5 Legenda Streetball yang Menjadi NBA Superstar

BY sball

12/08/2014

Kerja keras dan usaha untuk terus menjadi yang terbaik mengantarkan kelima pria ini sukses mencapai kesuksesan passion mereka. Yes, they born to be famous!

Rafer

Mungkin loe sudah tahu para legenda streetball legend. Tapi, apa loe juga tahu siapa saja para streetball legend yang berhasil bergabung ke klub-klub NBA bergengsi dan mengukuhkan namanya dalam deretan NBA superstar?

Kita bahas kelima streetballer tersebut yang telah membuktikan bahwa arena streetball mengantarkan mereka pada kesuksesan dan kebanggaan.

1. Rafer "Skip 2 My Lou" Alston. Mungkin, pria ini menjadi streetballer yang paling terkenal dalam sejarah. Yap, sebelum berkiprah di NBA, Alston adalah rajanya arena streetball. Selama berkiprah di NBA sejak tahun 1999, Alston mengantongi rata-rata 10,1 poin dan 4,8 assist per game. Mantan point guard Milwaukee Bucks, Toronto Raptors, Miami Heat, Houston Rockets, Orlando Magic dan New Jersey Nets ini pun dikenal karena keahlian ball handling-nya yang memukau.

2. Stephon "Starbury" Marbury. Nickname "The Starburry" diperolehnya karena ia selalu bermain dengan gemilang bagaikan bintang. Selama karirnya di NBA, pria yang bergabung dengan NBA sejak 1996 ini berhasil mengumpulkan rata-rata 19,3 poin, 7,6 assist dan 1,2 steal per game.

3. Connie "The Hawk" Hawkins. Sebelum mengenakan jersey NBA-nya, nama Hawkins sudah melambung. Ketika menjajaki karier di NBA pada usia 27 tahun, pria berkulit hitam ini mampu meraih rata-rata 27 poin per game. Ia pun mencatatkan namanya sebagai pencetak skor.

4. Earl "The Pearl" Monroe. Dengan julukan "The Black Jesus", Anda bia menebak kehebatan Monroe. Dikenal pula dengan julukan "The Pearl", Earl Monroe membangun karier basketnya dari nol hingga berhasil sukses di ajang basket terkemuka di dunia, NBA. Mengawali kariernya bersama di NBA di tahun 1967, Monroe mampu mengumpulkan rata-rata 18,8 poin, 3,8 assist dan 3 rebound per game.  

5. Allen "The Answer" Iverson. Sebelum memutuskan pensiun, pemain basket ini kerap tersandung masalah terkait alkohol dan judi, serta tabiatnya yang buruk. Hingga akhirnya, Iverson memilih hijarah ke liga basket Turki karena tak satupun tim NBA yang mau menggunakan bakatnya. Meskipun begitu, Iverson termasuk salah satu pemain dengan catatan mencetak angka terbaik di NBA. Bahkan, mantan NBA ini menyabet gelar sebagai Rookie of The Year tahun 1997 dan NBA Most Valuable Player tahun 2001. Selama berkarier di NBA, Iverson mengantongi 26,7 poin, 2,2 steal dan 6,2 assist per game.

SHARE
1139
READ
WEBSITE INI HANYA DIPERUNTUKKAN BAGI ANDA YANG SUDAH BERUSIA 18 TAHUN KE ATAS

Loading...