BEDA MANILA DENGAN SHANGHAI MENURUT ALUMNI LA STREETBALL CAMPUS ALL STAR

BY sball

10/11/2019

 

LA-Streetball.com – 3 Alumni dari LA Streetball Campus All Star yang tahun ini kembali terpilih masuk ke Final 12 CTW2019, Rioga Deswara, Muhammad Aulia, dan M Lakha Kurniawan membagi pengalaman mereka di Shanghai kemarin. Ketiganya yang awal tahun ini juga berkesempatan pergi ke Manila, Filipina, bercerita jika mendapatkan pengalaman yang cukup berbeda.

 

LASB Campus All Star saat TC di Jakarta

 

Tim CTW 2019 Final 12

 

“Kalo menurut saya sih dari cuaca udah beda ya Shanghai ini, lebih dingin gitu enak pengalaman baru main basket di outdoor di cuaca 16 derajat” kata Muhammad Aulia, Forward Universitas Padjajaran.

 

Tim CTW 2019 saat mengunjungi Lapangan Xu Jia Hui Park - Shanghai

 

“Terus kalau di Manila itu pemain-pemain yang kita hadapi levelnya kampus kurang lebih posturnya sama kaya kita. 11-12 lah. Cuma emang kadang ada pemain asal Afrika aja di kampus tersebut yang posturnya beda banget sama lokal filipinnya. Kalau di Shanghai, postur pemainnya tinggi, gede, badannya keras plus punya speed. Lebih keras di Shanghai sih menurut saya. Banyak deh pengalaman yang saya dapet di LA Streetball ini” tambah Aul.

 

M. Aulia CTW 2019/ Alumni LASB Campus All Star

 

Muhammad Lakha yang juga pemain kebanggaan Bengkulu sedikit bercerita tentang pengalaman beda di Manila dan di Shanghai. 

“Buat saya sih pemain di Shanghai ini tipikalnya hustle banget. Cuma uniknya mereka ini mau main keras, tapi gak mau di kerasin. Beberapa kali saya sempat adu fisik sama pemain Shanghai Sharks, karena mereka mulai duluan main keras. Cuma pas mulai saya keras, mereka marah. Ha ha ha.. yaudah lah saya ngalah aja dibanding nanti berlanjut jadi masalah” ungkap Lakha.

 

M. Lakha CTW 2019/ Alumni LASB Campus All Star

 

Tak jauh berbeda dengan Rioga Deswara, menurutnya permainandi Manila berbeda jauh dengan Shanghai.

 

Rioga Deswara CTW 2019/ Alumni LASB Campus All Star

 

“Di Manila kalau menurut Yoga sih selain andelin fisik, kita juga mesti andelin skill. Cuma ga terlalu effort karena pemain-pemainnya satu size. Kalau di Shanghai ini besar-besar, mau drive kedalam aja susah.. gelap. Jadi harus berani buat skema nyerang dan ambil tembakan” tutup pemain asli Pekanbaru ini.

SHARE
SHARE:
1292
READ
X
WEBSITE INI HANYA DIPERUNTUKKAN BAGI ANDA YANG SUDAH BERUSIA 18 TAHUN KE ATAS

Loading...