BEDA OPEN RUN LA STREETBALL DAN SCOUTING CHALLENGE THE WORLD

BY sball

07/08/2019


LA-Streetball.com – Setelah pelaksanaan scouting talent LA Streetball Community Pick Up Game kemarin, muncul beberapa pertanyaan di social media kita dari beberapa fans setia yang selama ini aktif mengkritik dan memberikan saran demi kemajuan LA Streetball. Kurang lebih kalau disimpulkan ada 3 pertanyaan utama yang kita tangkap dari para netizen :

 

‘Kok acaranya sepi banget sih?’

‘Kenapa gak lagi megah kaya dulu acaranya min?’

‘Kok beda ya sama Open Run yang rame banget penontonnya?’

 

Nah, artikel ini sengaja kita buat sebagai bentuk jawaban dari apa yang banyak ditanyain di social media kita.

Pertama, kita jelaskan dulu tentang bahasan utama kita diatas, bedanya antara open run dan scouting talent CTW. Bedanya jelas, open run dibuat beberapa tahun lalu bertujuan untuk ajang unjuk gigi para komunitas di Indonesia yang cinta sama streetball. Sedangkan scouting talent menuju Challenge The World ini memang baru menggunakan konsep Pick Up Game yang berkolaborasi dengan Glorius (komunitas streetball) pada tahun 2017. Kenapa dibuat konsep scouting talent seperti ini? Karena semangat dari CTW sendiri adalah mengangkat bakat-bakat muda dari streetballer Indonesia untuk nantinya bisa merasakan kompetisi basket jalanan di luar negeri sana. Di Community Pick Up Game memang hingar bingarnya sangat berbeda dengan Open Run yang sebelumnya kita buat. Apalagi mulai dari tahun 2015, kita pelan-pelan sudah meninggalkan trik (pointbreaker) sebagai bagian dari poin. Maka dari itu, sebenarnya guna dari scouting talent ini adalah ajang ‘Jual Diri’ para pemain-pemain komunitas di depan timcoach CTW2019. Berbeda dengan open run yang tujuan akhirnya adalah hadiah besar. 

Kedua, Tujuan akhir dari CTW tiap tahunnya adalah menemukan bakat-bakat baru pebasket jalanan Indonesia supaya nantinya ia memiliki pengalaman yang banyak dan siap untuk bersaing di basket nasional. Buktinya? Sudah sangat banyak.. Syam Hasyimi, Nicky Ramandaru, Raymond Sebastian, Marvanico, Nicko Ramandanu, Reza Arfah, Listyan Maulana (Lana Moneyman), M Ikhsan Nasution, serta pemain paling senior di CTW, Rio Disi.

Jadi, jika dibilang sepi atau kurang wah dll, tujuan akhir kita di scouting talent setiap tahunnya adalah menemukan bakat-bakat baru di basket jalanan Indonesia, bukan lagi seperti open run yang dahulu kita gelar. Ramai apa nggaknya tergantung penilaian pribadi masing-masing, jika kalian masih setia sama scene streetball, pasti otomatis akan datang dan meramaikan apapun acara kiat. Betul apa betul?

 

SHARE
SHARE:
773
READ
X
WEBSITE INI HANYA DIPERUNTUKKAN BAGI ANDA YANG SUDAH BERUSIA 18 TAHUN KE ATAS

Loading...