CHALLENGE THE WORLD 2018: BEDA NEGARA, BEDA KULTUR STREETBALL!

BY sball

12/12/2018

 

 

LA-Streetball.com - Aditya Reynaldi udah ikut LA Streetball Challenge The World di tahun 2017 dan 2018. Jadi otomatis, dia udah ngerasain dua kultur streetball dari dua negara yang beda.

Di tahun 2017, tim Challenge The World berangkat ke Manila, Filipina. Menurut pemain berjulukan Table Turner ini, kalo disana gaya mainnya lebih ke isolation atau bahasa gampangnya satu lawan satu. Jadi skill secara individu jauh lebih menonjol.

Sedangkan di tahun 2018 ini, tim Challenge The World berkesempatan buat ikutan turnamen South Direction Amateur Basketball di Taipei. Disini beda lagi gaya mainnya, mereka lebih utamain teamwork. Yang otomatis, mereka lebih ke saling backup satu sama lain dibanding skill individualnya.

Cuma ada satu hal yang sama dari dua negara itu ballers. Kata Table Turner, mereka sama-sama ngedalamin basic basket sampe bener-bener nguasainnya, baru ngedalamin triknya. Kalo di Indonesia, menurut lo gimana ballers?

 

 

SHARE
SHARE:
495
READ
X
WEBSITE INI HANYA DIPERUNTUKKAN BAGI ANDA YANG SUDAH BERUSIA 18 TAHUN KE ATAS

Loading...