Dua Mantan Allstar Nasional Akan Merebut Kembali Kursi Allstar 2014

BY sball

19/06/2014


Skill emang ngga bisa bohong deh! Sampai detik ini, (di Medan) belum ada yang bakal bisa menyaingi kehebatan mereka berdua. Titik!” puji Baswan AKA Brother J terhadap kedua mantan Allstar Nasional asal Medan yang kembali terpilih sebagai perwakilan kota Medan untuk bermain di Grand Final 2014 nanti. Siapa saja mereka?

Well, siapa lagi kalau bukan streetballer yang doyan gelantungan di ring basket,  Sudyanto AKA Hangerman, dan streetballer yang doyan banget membuat lawan nya terlihat bodoh, Rahmad AKA Invisible. Kedua mantan Allstar Nasional ini kembali akan memperlihatkan kehebatan mereka di ajang Grand Final LA Streetball 2014 nanti.

Kalau para ballers di sini masih ingat, tahun lalu kedua streetballer ini “diturunkan” dari kursi Allstar Nasional, dan pulang ke kampung halaman mereka tanpa membawa gelar tertinggi di level streetball Indonesia tersebut. Akan tetapi, rupa nya hal tersebut tidak membuat mereka menjadi berkecil hati dan menjadi malas-malasan.

Malahan, mereka sangat bersemangat untuk ingin kembali merebut kursi Allstar Nasional tersebut dan membuktikan pada seluruh pencinta streetball that they are still the best at what they do. Hal ini terbukti dengan kesuksesan mereka dalam meraih gelar Top Dunk (Sudyanto) dan gelar Top Pointbreaker (Rahmad).

“Saya ingin bisa terpilih lagi sebagai Allstar Nasional LA Streetball. Saya akan berusaha yang terbaik!” ungkap Rahmad AKA Invisible dengan penuh semangat.

Sama hal nya dengan Sudyanto AKA Hanger, dia pun mengatakan hal yang senada. “Gue bakal kasih yang terbaik di Grand Final nanti. Semoga bisa kepilih jadi Allstar Nasional lagi!” tambahnya.

That’s right, ballers! Seperti kata Brother J di atas, untuk saat ini, mereka masih dua orang yang terhebat di skill mereka masing, yaitu Rahmad dengan kemampuan handle dan trik-trik streetball nya, sedangkan Sudyanto dengan lompatan nya yang extra ordinary. Jangan heran kalau di Grand Final nanti, mereka bisa kembali terpilih sebagai Allstar Nasional 2014. Kecuali ada “muka-muka” baru yang bisa mengalahkan skill dan kehebatan mereka. Benar kan?

Selain Rahmad dan Sudyanto, tim City Selection Medan juga diperkuat 6 streetballer lain nya yang juga tidak kalah hebat dari segi skill streetball dan basic fundamental basketball.

Pencapaian tertinggi yang pernah di raih tim dari Medan adalah di tahun 2012, ketika tim yang dipimpin oleh Lana AKA Money Man ini berhasil menjadi Runner-Up di ajang Grand Final setelah kalah oleh tim undefeated Jakarta. Dan di tahun ini, tentu mereka ingin mengulangi kembali keberhasilan itu, atau bahkan mungkin lebih, yaitu dengan menjadi juara di Grand Final.

Apakah Rahmad, Sudyanto dan kawan-kawan dari Medan lain nya mampu mewujudkan impian mereka tersebut? Tak ada yang tak mungkin kan?

SHARE
744
READ
WEBSITE INI HANYA DIPERUNTUKKAN BAGI ANDA YANG SUDAH BERUSIA 18 TAHUN KE ATAS

Loading...