EVOLUSI KING JAMES!

BY sball

12/06/2017

 

LA-Streetball.com - Lo sadar nggak kalo Lebron James seolah punya 3 fase hidup yang ia cerminkan sepanjang karirnya. Sebagai atlet, businessman dan juga seorang wise Lebron. Dia pun melalui masa menjadi young Cleveland, Miami dan veteran Cleveland. Setiap titian karirnya meninggalkan banyak cerita dan tahap yang dilalui Lebron yang menarik buat kita simak.

Awal karirnya bersama Cleveland, dia dibebankan dengan tugas yang gede banget sebagai mesin score bagi Cleveland saat itu. Banyak waktu-waktu besar sebagai rookie ia dapatkan dan minute play yang banyak tentunya juga ia miliki.

Berbeda ketika dia berada di Miami. Bersama Dwyane Wade dan Chris Bosh hasil scorenya menurun. Minute play pun dikurangi! Tapi di sana Lebron mendapat pelajaran dan menjadikan konsep pendewasaan baginya. Dia dikenalkan dengan concept of rest. Bahwa ada maksud dari setiap tujuan di mana pelatih menyimpannya di bench. Hal itu pun dialami Lebron saat pindah kembali ke Cleveland. Ia mau berbagi score dengan Kyrie dan Kevin Love dan banyak menghabiskan waktu di luar lapangan untuk memastikan kakinya tetap bugar saat bermain di playoff.

 

 

Walau sempat nggak dianggap berbakat diawal karirnya, tapi toh Lebron bisa memiliki rata-rata assist 7 per game. Nggak banyak loh yang bisa kayak gitu! Menurut catatan cuma pemain-pemain seperti Steve Nash, Jason Kidd, Chris Paul, Deron Williams dan Baron Davis yang punya rata-rata seperti itu. Di Miami kembali membuat rata-rata assist James menurun. Itu karena Bosh dan Wade tipe pemain yang bisa membuat peluangnya sendiri. Tapi beda lagi halnya ketika dia kembali ke Cleveland, justru semua orang di sana dipilih untuk mensupport Lebron. Dan akhirnya rata-rata itu meningkat menjadi 8.7 assist per game.

Di masa mudanya Lebron juga lebih sering melakukan midrange jumper ketimbang mendekat ke rim meskipun emang jarang berhasil. Di Miami dia belajar efisiensi dan membawanya ke level yang lebih tinggi lagi saat kembali ke Cavs. Sekarang dia lebih sering mencoba shooting dari berbagai posisi termasuk midrange.

 

 

Bukti lainnya adalah pada saat di Cavs waktu muda, Lebron jelek banget di eksekusi 3 point. Tapi hal tersebut berubah saat dia di Miami. Bermain sama para bintang ngebuat Lebron ngerasa harus improve. Dan saat dia kembali lagi ke Cavs rata-rata dia punya 36.9 % lebih tinggi dari Curry yang cuma 34.8%.

Catatan-catatan tadi emang bukti kalo emang pemain ini selalu ingin tumbuh dan improve. Dia sadar betul apa yang harus diubah untuk jadi sesuatu yang dia inginkan. Sampai akhirnya sekarang lo kenal Lebron sebagai sosok atlet yang nggak cuma enak diliat permainannya tapi juga inspiring banget.

SHARE
550
READ
WEBSITE INI HANYA DIPERUNTUKKAN BAGI ANDA YANG SUDAH BERUSIA 18 TAHUN KE ATAS

Loading...