For Basketball, Hirin Left All The Things Behind

BY sball

22/06/2016

For Basketball, Hirin Left All The Things Behind

LA-Streetball.com - Mustohirin adalah salah satu pebasket yang merantau dari Surabaya ke Jakarta untuk mengikuti Training Camp Challenge The World 2016. Akrab disapa Hirin, pemain basket kelahiran 1994 itu mulai menyukai basket sejak duduk di bangku SMP. "Pertama kali gue suka basket pas kelas tiga SMP. Gara-garanya, waktu itu ngeliat ada kakak kelas SMK main basket Streetball. Keren aja liat mereka bisa muter-muterin bola," kata Hirin. Setelah merasa ada ketertarikan, Hirin memutuskan untuk bergabung di ekstrakurikuler basket di sekolahnya. Masuk SMA, Hirin membulatkan tekad untuk merantau demi masuk di sekolah yang menyediakan mess khusus untuk pelatihan basket konvensional. Selama tiga tahun di mess Pelangi, Blitar, Hirin dilatih keras oleh coach basket kawakan, Sin Kim Lai.

For Basketball, Hirin Left All The Things Behind

Dalam perjalanannya sebagai pemain basket, Hirin telah meraih sebagian dari pencapaiannya, seperti masuk ke klub basket konvensional CLS Knights Surabaya sebagai junior pada 2012 dan menang di PRA PON wilayah Kalsel dan Bali pada 2015. Namun, ada banyak pencapaian yang masih diperjuangkan oleh Hirin. "Tahun ini pingin bertanding ke China bareng tim Challenge The World (2016) dan main di IBL," kata pebasket yang mengidolakan Russell Westbrook itu. Hirin mengakui dia lebih sering bermain basket konvensional ketimbang Streetball. Meskipun begitu, baginya, Streetball adalah cinta pertamanya. "Ya, awalnya suka basket kan liat yang mainnya Streetball. Paling bedanya sama konvensional tuh, Streetball lebih banyak show time yang 1 on 1 dan mainnya keren gitu," kata Hirin.

For Basketball, Hirin Left All The Things Behind

Namanya juga perjuangan, tentunya ada hal yang dikorbankan. Hirin rela menunda pendidikannya di perguruan tinggi sementara demi mengejar impiannya di dunia basket. "Kuliah ketinggalan, tapi lagi mau urusin pindahan. Biar nanti cari kuliah yang malem, jadi lebih gampang bagi waktunya (untuk main basket)," ucap Hirin. FYI, Ballers, Hirin telah menjadi perantau dan tinggal jauh dari keluarganya sejak SMA. Dia sempat tinggal di Kalimantan Selatan untuk mengikuti PON, ke Blitar untuk sekolah dan berlatih basket di mess Pelangi, ke Jakarta untuk mengikuti Training Camp Challenge The World 2016 dan akan ke Bandung pada 9 September untuk PON. Whoa! Hirin really left all the things behind only for one reason, that's basketball.

Photo: 
Redaksi LA Streetball


(IP)









 






Baca juga:
Born as a Streetballer, Ican Dedicates His Life for Ballin'
Basketball is More Pleasurable than Football

SHARE
SHARE:
924
READ
X
WEBSITE INI HANYA DIPERUNTUKKAN BAGI ANDA YANG SUDAH BERUSIA 18 TAHUN KE ATAS

Loading...