INDEPENDENCE IS THE WINNER’S SOUL

BY sball

12/08/2015

LA Streetball | Coverstory - Independence's is the Winner's Soul
LA-Streetball.com - Dirgahayu Republik Indonesia ke-70! Mari kita rayakan kemerdekaan Indonesia dengan penuh suka cita. Selain itu perayaan ini patut kita maknai dengan pembebasan berkreasi dan beraksi. Bagi loe para streetballer dan pecinta basket, tentu kemerdekaan Indonesia bisa diartikan sebagai pemacu diri untuk terbebas dari ketakutan untuk bertindak.

Mulai sekarang, loe tidak boleh hanya jadi penikmat basket dari pinggir lapangan atau dari layar kaca, melainkan harus sudah bisa menjadi pelaku basket itu sendiri. Pintunya banyak, ballers! Loe bisa ikut tim basket sekolah, kampus, atau bahkan ikut komunitas basket di daerah setempat. Jadi, tidak ada alasan untuk loe tidak mengembangkan potensi loe dan unjuk gigi di hadapan khalayak luas. Michael Jordan bisa dijadikan acuan bagi siapapun untuk meraih sukses di dunia basket.

Seperti diketahui, nama Jordan sendiri sudah sejak lama menjadi ikon basket global bahkan hingga kini. Ia merupakan pemain bola basket dengan paket lengkap: teknik, skill, mental juara, integritas, serta attitude baik di dalam maupun luar lapangan. Tak heran ia dengan mudahnya menjadi idola publik dari segala kalangan, baik yang tua maupun muda. Tak dapat dielakkan lagi, Jordan telah membentuk dirinya sendiri menjadi salah satu atlet terhebat sepanjang sejarah dunia. Jika ada yang menilai Jordan melalui jalur mudah untuk meraih kesuksesan di dunia basket tentu orang itu salah besar. Mengapa?

Lahir di Brooklyn pada tahun 1963, Jordan kecil tumbuh berkembang sebagai anak yang tidak menyukai olahraga basket melainkan baseball. Namun, seperti memang sudah suratan takdir, akhirnya Jordan perlahan menggeluti basket berkat pengaruh dari sang kakak, Larry, yang sudah terlebih dulu menjadi pemain basket. Semangat pantang menyerah yang dimiliki Jordan berandil besar dalam karirnya. Bagaimana tidak, mimpinya untuk bermain basket di level tertinggi sempat pupus ketika remaja ia pernah ditolak masuk ke tim basket SMA nya dikarenakan postur tubuhnya yang tidak tinggi. Ia kecewa luar biasa.

Bisa saja saat itu ia menyerah, sehingga kita tidak akan pernah mengenal harumnya nama Michael Jordan seperti saat ini. Namun, ia menolak untuk melempar handuk begitu saja. Legenda Chicago Bulls ini memilih untuk terus berlatih keras sehingga ia masuk ke tim. Memasuki tingkat selanjutnya, Jordan juga berhasil menjuarai kompetisi NCAA pada tahun 1982 kala memperkuat tim basket Universitas North Carolina. Saat karirnya tengah menanjak pada tahun 1993, ia sempat memutuskan untuk pensiun dari NBA sebab di tahun yang sama sang Ayah, James Jordan, meninggal dibunuh oleh sekawanan perampok. Beruntung, dua tahun setelahnya Jordan memutuskan kembali bermain di NBA bersama Bulls.

"I can accept failure, everyone fails at something. But I can't accept not trying," begitu bunyi pernyataan Jordan yang sangat melegenda tersebut. Di lain kesempatan, Jordan juga menanamkan pentingnya arti latihan. Pemain terbaik, baginya, adalah mereka yang terus melatih basic fundamental untuk menyempurnakan teknik mereka. Basic fundamental yang dimaksud di antaranya adalah footwork, defense, dan shooting. Jangan terlalu sibuk meningkatkan skill, jika ini nyatanya akan menghilangkan fokus loe terhadap pentingnya sebuah basic dalam basket.

Jordan adalah pemain yang mampu mengesampingkan egonya di saat yang tepat. Kendati jago secara individual, ia sadar bahwa basket adalah olahraga tim, di mana ia tidak akan mampu meraih kemenangan seorang diri. Ia membutuhkan rekan-rekannya untuk membentuk kerjasama yang baik. Ia optimis, sehingga ia dapat melihat banyak celah positif dalam setiap kesulitan. Ia percaya bahwa kemampuan rekan-rekannya dapat membantunya meraih kejayaan.

Jordan tidak akan bisa meraih 6 titel championshipnya tanpa kehadiran seorang Scottie Pippen, Toni Kukoc, maupun si bad boy, Dennis Rodman. Jordan juga patut bersyukur saat itu dilatih oleh Phil Jackson, salah satu pelatih terbaik di sepanjang sejarah NBA. Tanamkan ini selalu di benak kalian: "Seorang pemain bertalenta dapat memenangkan pertandingan, akan tetapi kerjasama tim yang diiringi dengan kecerdasan akan membawa Anda menjadi seorang juara."

Kesimpulannya, bebaskan diri loe dan selalu ambil sikap yang tentunya berimbas positif bagi loe sendiri maupun orang-orang di sekitar loe. Jadilah orang yang keras kepala, dalam artian gigih. Gigih saat berlatih maupun saat bertanding. Kalahkan diri loe sendiri dan pantang menyerah dalam menembus batas. Jangan pikirkan kekalahan. Because if you're not failing it means you're not trying, isn't it? Jadi, terimalah tiap kegagalan sebagai salah satu bagian dari kesuksesan. And from now on, free yourself as Independence is the Winner's soul.

"I've failed over and over and over again in my life. And that's why I succeed." - Michael Jordan -

(RAI)




Baca juga: Endurance Only for the Winners
                Great Mentality Beats Fluidity

SHARE
1366
READ
WEBSITE INI HANYA DIPERUNTUKKAN BAGI ANDA YANG SUDAH BERUSIA 18 TAHUN KE ATAS

Loading...