INSPIRING OTHERS

BY sball

24/02/2014


“Iverson itu Tuhan saya. Kalau orang lain memuja Michael Jordan, maka saya memuja Iverson.”

Kalimat singkat dan padat itu keluar dari mulut Richard AKA Insane, salah satu penggawa All Star 2005. Dalam Grand Final LA Streetball 2013 lalu, Richard mendapatkan kesempatan untuk bermain dalam laga eksibisi melawan idolanya tersebut, yang datang bersama tim USA Streetballer. Bisa loe bayangkan betapa bahagiannya seorang pemuja kala bertemu dengan orang yang dipuja?

Menjalani periode hidup sulit semenjak kecil membuat Iverson tumbuh menjadi pribadi yang keras. Ditinggal pergi oleh sang ayah sejak kecil membuat ia menjalani hidup bersama single mother, Ann Iverson yang kala itu masih berumur 15 tahun. Iverson saat remaja pun pernah dikirim ke penjara atas tindak kekerasan yang dilakukan bersama teman-temannya.

Lantas apa itu semua membuatnya terpuruk dan menyerah dengan keadaan? The answer is no, not at all.

Allen Iverson terlahir dengan bakat luar biasa dalam basket. Dia berkembang menjadi the most dangerous point guard ever sepanjang sejarah NBA. Tentu loe semua ingat kan bagaimana di awal karir NBA nya ia mampu mempermalukan pemain sekaliber Michael Jordan? Meskipun timnya kalah pada saat itu, namun hampir dipastikan Iverson lah bintang pertandingannya. Dan sejak itulah teknik crossover mulai melekat dalam diri AI.

Memang selama karirnya ia belum pernah memberikan titel NBA untk klub yang diperkuatnya. Namun, serentetan penghargaan individunya membuat namanya tertoreh dengan tinta emas di sejarah NBA. Permainannya yang menghibur pun dicintai banyak orang, tak terkecuali oleh para bintang.

“Saya menonton Jordan tentu lebih dari orang lain. Namun, saya juga akan selalu menyaksikan rekaman permainan Allen Iverson. Ia adalah salah satu finisher terbaik yang pernah saya lihat. Jangan sekali-kali kamu pertanyakan hati dan hasratnya, sebab ia selalu memberikan itu semua di atas lapangan. Iverson merupakan pemain favorit kedua saya setelah Jordan,” kata LeBron “King” James.

Rekan LeBron James di Miami Heat, Dwyane Wade pun berkata serupa. “Iverson adalah salah satu pemain favorit saya sepanjang masa. Selama ini saya memiliki kebanggaan mengenakan nomor seragam 3 di tim, karena Allen Iverson juga mengenakan nomor yang sama, yakni 3.”

Menjadi andalan tim Philadelpia 76ers selama 10 tahun (1996-2006), Iverson pun sempat melanglangbuana ke tiga tim lain NBA, untuk kemudian kembali perkuat 76ers, di penghujung karirnya(2009-2010). Hingga saat ini Iverson masih menjadi salah satu kiblat para streetballer dalam bermain basket, sebab Iverson mampu memadukan unsur creativity, intelegency dan entertainment di atas lapangan. Yes, itulah cara The Answer dalam menginspirasi orang lain.

Well, Loe semua pasti setuju kan bahwa tidak ada orang yang sempurna. Dibalik kelemahan dan keburukan seseorang, pasti masih ada banyak emas yang bisa tergali. Selalu ada celah bagi loe untuk bangkit dan menemukan passion yang bisa loe gunakan untuk berbuat.. untuk berkarya.. untuk menginspirasi…

 

SHARE
615
READ
WEBSITE INI HANYA DIPERUNTUKKAN BAGI ANDA YANG SUDAH BERUSIA 18 TAHUN KE ATAS

Loading...