Invisible is Trying to Make Himself Visible Again

BY sball

17/06/2014



Setelah tahun lalu gagal terpilih sebagai Allstar Nasional LA Streetball, Rahmad AKA Invisible kembali berniat menaruh nama nya di jajaran nama-nama streetballer terbaik se-Indonesia lewat Open Run LA Streetball Medan 2014.

He wanted to make a comeback to the National Allstar team, because he knows that he still is one of the best handlers out there. Do you believe that? Well, at least all the ballers that come to GOR Samudera on June 15, 2014 believe that he still one of the best to play this game.

“Invisible masih gokil banget sob!!” ungkap salah satu Judges tahun ini, Donald.

“Dia masih gila banget sih di sini (Medan).. Belum ada yang kayak dia..” tambahnya.

Salah satu Judges lain nya, yang juga merupakan Allstar Nasional 2013, Lana AKA Money Man, juga mengutarakan hal yang sama. “Kalau dia (Invisible) main kayak gini terus sampai di Grand Final nanti, mungkin dia bisa terpilih jadi Allstar Nasional lagi nanti,” ungkap Lana penuh keyakinan.

Yup, that’s right ballers! Invisible is still invisible! No one can guard him, or you will be humiliated. Dan ngga cuma hebat secara individual, bersama tim nya, Ice Cream Streetball, Invisible sukses mengalahkan semua lawan-lawan nya, dan berhasil keluar sebagai Juara 1 Open Run LA Streetball Medan 2014. Dia benar-benar berhasil membuat dirinya “visible” lagi tahun ini, dan dia berusaha untuk mendapatkan kembali gelar Allstar Nasional yang sebelumnya telah dia pegang selama 4 tahun berturut-turut (2009, 2010, 2011, 2012).

“Saya ingin menjadi Allstar (Nasional) lagi. Itu target saya!” ujar Rahmad AKA Invisible penuh keyakinan.
“Semoga saya bisa bermain baik di Grand Final nanti,” tambahnya sambil tersenyum.

Perjalanan tim Ice Cream Streetball di Open Run Medan kali ini sebenarnya cukup berat dan penuh lika liku. Selain skill, mereka juga harus menggunakan otak dan kreatifitas mereka untuk dapat mengalahkan musuh-musuh mereka. Terutama ketika mereka bermain di babak semifinal melawan tim kuat, Polonia Ball Star. Hingga waktu tersisa kurang dari 5 detik, skor kedua tim masih seimbang, dan bola dipegang oleh tim Polonia Ball Star.

Namun, karena kelalaian salah satu pemain Ball Star, akhirnya mereka melakukan turnover sehingga bola dipegang kembali oleh tim Ice Cream Streetball. Dan di sini lah kehebatan “otak” dan “kreatifitas” yang dimaksud di atas. Dengan waktu yang hanya tersisa less than 5 second tersebut, kapten dari tim Ice Cream Streetball, Invisible melakukan trik streetball secara tak terduga terhadap salah satu pemain lawan yang sedang menjaganya.

And guess what, they scored another 2 points, which brought them to the final round! Mereka sukses mengalahkan tim Polonia Ball Star dengan skor 25-23. What a game!!

Walaupun tidak se-heboh pertandingan mereka di semifinal, tim Ice Cream Streetball tetap memperlihatkan permainan yang gokil dan menarik di babak final, ketika melawan tim Gue Banget Streetball. Dan ngga lain dan ngga bukan, jagoan mereka, Invisible, is doing one trick to another to get points for his team. He lead his team to be the Champion in LA Streetball Open Run Medan 2014.

Congrats Invisible! See you in the Grand Final!

 

SHARE
786
READ
WEBSITE INI HANYA DIPERUNTUKKAN BAGI ANDA YANG SUDAH BERUSIA 18 TAHUN KE ATAS

Loading...