NBA UNTUK SEMUA

BY sball

04/04/2017

 

LA-Streetball.com - “Now we’re judging people by their religion – trying to keep muslim out. We are getting back to the days of putting Japanese in relocation camps, of Hitler registering the Jews. That’s where we’re heading”.

Buat lo yang nggak tau kalimat itu datang bukan dari parlemen atau politikus Amrik yang sedang mengomentari keputusan Donald Trump. Tapi kalimat itu datang sebagai bentuk protes keras seorang  Stan Van Gundy alias pelatih dari Detroit Pistons seusai pertandingan.

Yah memang kedengerannya nggak ada kaitannya sama basket, tapi tunggu dulu bos. Justru itu akan sangat berpengaruh sama basket terutama NBA. Biar gimana NBA adalah istilah kerennya kawah candradimuka bagi seluruh pemain basket dunia, bahkan bukan hanya pemain. Seluruh pecinta basket berkiblat ke NBA. Ratusan pemain dari seluruh dunia dari berbagai background, suku, ras dan agama berkumpul. Jutaan matapun setia menyaksikan NBA. Itu semua artinya NBA bukanlah hanya milik Amerika, melainkan dunia.

Pantas aja kalo NBA sering banget dijadikan sebagai media untuk menyuarakan protes ataupun sejenisnya. Suara yang samapun diserukan sama pemain-pemain lain seperti Lebron James, Steph Curry dan bahkan pelatih seperti Steve Kerr dan Gregg Popovich mewakili NBA untuk berkata prihatin dengan adanya sweeping beberapa warga keturunan termasuk beberapa pemain NBA yang akhirnya juga sempat terkendala hal tersebut.

Tujuannya apa? Jelas untuk mendapat simpati dunia, dan memulai so called “pergerakan” untuk menunjukan sikap dan kepedulian NBA bagi seluruh pecintanya di seluruh dunia.

Semua berawal dari kasus Trayvon Martin, seorang fans Heat berusia 17 tahun yang mati terbunuh saat lagi membeli snack pas break halftime di All-Star Game 2012. Yang bikin protes adalah pembunuhnya George Zimmerman dibiarkan bebas.

Hal itu membuat seluruh pemain Heat saat itu seperti Lebron, Wade, Bosh dan yang lain menggunakan Hoodie hitam sebagai lambang kepedulian mereka. Semenjak itu seperti sebuah template kalau NBA adalah salah satu media untuk menyuarakan pendapat pemain atau team. Yah balik lagi dilapangan itulah seluruh mata dunia tertuju. Mereka punya akses langsung ke media umum yang bisa mengeluarkan pendapat mereka keseluruh negeri.

NBA ngajarin kalo nggak ada yang membedakan manusia di seluruh dunia. Setiap pemain, pelatih, penonton memiliki hak yang sama. Tidak ada yang membedakan baik itu rasa, suku, agama dan lain sebagainya.  NBA sebagai liga global cukup dewasa menunjukan dirinya di muka dunia.

 

SHARE
362
READ
WEBSITE INI HANYA DIPERUNTUKKAN BAGI ANDA YANG SUDAH BERUSIA 18 TAHUN KE ATAS

Loading...