PERMAINAN INVESTASI DI NBA

BY sball

15/02/2018

LA-Streetball.com - Satu malam sebelum batas waktu jendela penukaran pemain minggu lalu, jurnalis ESPN Adrian Wojnarowski melaporkan kalau banyak tim di NBA yang menggenggam erat lotre urutan ronde pertama NBA Draft yang mereka punya. Hanya Cavaliers yang menyertakan lotre urutan babak pertama NBA Draft ketika menukar Isaiah Thomas dan Channing Frye ke Lakers. Selain Cavs, banyak tim yang memilih menahan pemain yang sudah dirumorkan akan ditukar, karena mereka tidak menemukan kesepakatan yang mereka cari yaitu menyertakan urutan babak pertama NBA Draft.

 

Source: Image

 

Memphiz Grizzlies menahan Tyreke Evans, yang sudah mereka antisipasi akan ditukar dengan membangkucadangkan Evans selama seminggu kebelakang. Grizzlies menolak beberapa tawaran untuk Evans karena hanya mendapatkan urutan babak kedua NBA Draft. Hal yang sama terjadi juga pada Boston Celtics yang menahan Marcus Smart, Los Angeles Lakers masih mempunyai Julius Randle karena mereka juga menolak tawaran urutan babak kedua NBA Draft. DeAndre Jordan juga  masih menjadi bagian Clippers yang menolak tawaran Portland Trail Blazers, Cavaliers, dan beberapa tim lain yang dirumorkan tertarik kepada Jordan. Hanya Orlando Magic yang mau mendapat urutan babak kedua NBA Draft ketika menukar Elfrid Payton ke Phoenix Suns.

Kenapa sih pada mau urutan babak pertama NBA Draft? Ya simple sih, mereka mencari pemain berbakat dengan kontrak yang murah karena kebanyakan tim sudah kehabisan uang menggaji pemain bintang mereka. Salary cap atau anggaran gaji pemain para tim NBA naik di musim panas 2016 lalu yang mengakibatkan banyak tim yang menggaji pemain yang kurang efektif dengan angka yang fantastis. Knicks terjebak dengan kontrak Joakim Noah yang angkanya fantastis ketimbang prestasinya, Nets menggaji $16 juta dollar untuk pemain sekelas Timofey Mozgov, Lakers mempunyai beban menggaji $18 juta dollar untuk Luol Deng dan banyak lagi kasus serupa yang menimpa tim di NBA. Banyak bos tim NBA yang kurang pintar memanfaatkan lonjakan anggaran gaji sebesar $24 juta dollar yang diberi oleh liga. Mereka menghabiskannya untuk pemain yang belum ketahuan potensinya dengan kontrak yang panjang. Akhirnya ya anggaran berkurang deh sekarang.

Urutan babak pertama NBA Draft adalah cara paling murah untuk mengisi roster tim dengan pemain yang menjanjikan. Para rookie dikunci dengan periode kontrak 4 tahun dan nilai yang murah walaupun belum jelas potensinya di NBA. Untuk tim yang anggarannya sudah diambang batas, ya rookie lah satu-satunya opsi mereka agar tidak merusak neraca keuangan tim.

 

Source: Image

 

Sebagai contoh, Celtics membayar Terry Rozier yang mereka dapat di NBA Draft babak pertama tahun 2015 dengan nilai “hanya” $1,9 juta dollar musim ini. Angka ini hanya mengambil 2 persen dari anggaran Celtics sebesar $99 juta dollar dan musim ini Rozier punya peranan penting sebagai back-up dari Kyrie Irving. Toronto Raptors adalah klub yang dikenal paling efisien. Mereka punya 4 pemain dalam rotasi yang masih dalam kontrak rookie mereka. Jacob Poetl dan Pascal Siakam yang berasal dari babak pertama NBA Draft 2016 hanya digaji $2,8 juta dollar dan $1,2 juta dollar. Angka yang tidak sampai 4 persen dari anggaran gaji Raptors. Banyak tim yang ingin meniru cara Toronto Raptors berhemat dengan memanfaatkan rookie mereka agar bisa memberi ruang pada anggaran.

Ditambah, NBA Draft 2018 yang punya segudang pemain berbakat seperti Luka Doncic dari Eropa, Mo Bamba, Marvin Bagley, Collin Sexton yang menjadi sensasi di NCAA serta pemain yang digadang-gadang sebagai The Next Steph Curry, Trae Young.

SHARE
398
READ
WEBSITE INI HANYA DIPERUNTUKKAN BAGI ANDA YANG SUDAH BERUSIA 18 TAHUN KE ATAS

Loading...