Phil Jackson Beberkan Perbedaan antara Bulls dengan Lakers

BY sball

02/10/2015

artikel olahraga basket | Phil Jackson bersama Anak-anak asuhnya
LA-Streetball.com - Terkadang membanding-bandingkan sesuatu memang menyenangkan. Apalagi jika objek yang diperbandingkan memiliki kekuatan yang nyaris sama besar. Setelah sempat muncul perdebatan mengenai komparasi antara Michael Jordan dengan Kobe Bryant, kini yang akan dibahas adalah perbandingan antara Chicago Bulls dengan LA Lakers. Seperti diketahui, dalam kurun 25 tahun terakhir, Bulls dan Lakers sempat merajai NBA dengan raihan championshipnya.

Di balik kesuksesan tersebut, ada seorang Phil Jackson yang menjadi "pilot" atas kedua dinasti bernama Chicago Bulls dan LA Lakers. Jackson berhasil memimpin Bulls meraih 6 gelar championship pada tahun 1991, 1992, 1993, 1996, 1997, dan 1998. Sedangkan Lakers berhasil Jackson bawa meraih 5 titel juara NBA pada tahun 2000, 2001, 2002, 2009 dan 2010. Dalam hal ini, Bulls bisa dikatakan setingkat di atas Lakers, karena mereka berhasil meraih three-peat sebanyak dua kali.

Jika ditarik kembali ke inti persoalan, maka perbandingan antara Bulls dengan Lakers tidak akan jauh membahas tentang kehebatan Jordan dan Kobe lagi. Mau tidak mau. Kali ini ditambah dengan duet sejati mereka masing-masing, yakni Scottie Pippen dan Shaquille O'Neal. Phil Jackson kini mencoba membandingkan masa kepelatihannya saat di Bulls maupun saat di Lakers. Dalam sebuah wawancara, Jackson menilai bahwa skuat Bulls lebih dewasa, berbanding terbalik dengan skuat Lakers yang kebanyakan bersikap kekanak-kanakan.

Jordan dan Pippen tidak hanya duet sehati di lapangan, namun keduanya juga dua pemain bola basket yang mudah diajak bekerjasama oleh Jackson, dengan kata lain keduanya merupakan tipikal pemain yang "mudah diatur". Satu pemain Bulls yang mungkin menjadi ganjalan Jackson adalah Dennis Rodman. Kita semua tahu betapa bengalnya Rodman. Dan ternyata hal itu juga amat mengganggu bagi Jackson. Ia sering mendenda Rodman karena sering telat datang latihan. Bahkan, sejujurnya ia hampir tidak pernah datang tepat waktu.

"Saya dulu berbicara kepada para pemain dan berkata bahwa Dennis (Rodman) akan datang terlambat. Tetapi saya berjanji akan mendendanya, dan saya tidak akan membuat pemakluman atas sikap negatif Rodman," aku Jackson. Pria berusia 69 tahun ini mengaku salut atas kedewasaan para pemain Bulls yang mau berusaha mengerti sikap indispliner Rodman. Kendati demikian, Rodman pun tetap bisa memberikan kontribusi besar terhadap kejayaan Bulls, di mana ia turut menyumbangkan tiga gelar championship.

Berbeda dengan Bulls, Jackson menganggap para pemain Lakers yang diasuhnya lebih childish. Patut digarisbawahi, tim yang dimaksud di sini adalah tim Lakers periode 1999-2003, di mana saat itu duet Kobe dan Shaq sangat mendominasi. Ya, seperti terpecah menjadi dua kubu, Lakers saat itu memiliki dua pemimpin dalam satu tim, Kobe dan Shaq.

"Para pemain harus tahu bahwa terdapat sejumlah hal penting yang harus dilakukan oleh pelatih, dan sudah menjadi tugas pemain untuk tunduk terhadap hal tersebut. Namun, situasinya menjadi tidak mudah ketika beberapa di antara pemain saya merasa ogah-ogahan mengikuti peraturan saya," begitu curahan hati Jackson. "Awalnya, ini semua tampak berhasil, namun lama-kelamaan semakin sulit bagi saya untuk melatih tim itu (Lakers)."

Well, Phil Jackson memiliki sudut pandangnya sendiri, begitu juga dengan loe. Terserah loe menilai bagaimana pengakuan Jackson. Satu hal yang pasti, loe harus tetap menunjukkan respect kepada Jackson. Karena walau bagaimanapun juga, ia tetaplah sosok yang telah meninggalkan legacy besar bagi Chicago Bulls dan LA Lakers di dalam sejarah NBA. (RAI)




Baca juga: Gaya Identik Kobe dengan Jordan
                Gaya Identik Kobe dengan Jordan II
                Chicago Bulls Kalahkan Lakers Sebagai Tim Populer

SHARE
SHARE:
1859
READ
X
WEBSITE INI HANYA DIPERUNTUKKAN BAGI ANDA YANG SUDAH BERUSIA 18 TAHUN KE ATAS

Loading...