Pop for the Dream Team

BY sball

02/11/2015

artikel olahraga basket | Gregg Popovich
LA-Streetball.com - Pelatih timnas basket "the Dream Team" Amerika Serikat, Mike Krzyzewksi, sudah mengumumkan bahwa pasca perhelatan Olimpiade 2016 ia akan pensiun. Ia sudah melatih timnas basket AS sejak tahun 1979, baik sebagai asisten pelatih maupun pelatih utama. Sederet prestasi sudah diraihnya, sebut saja 2 kali menerima medali emas Olimpiade (2008 dan 2012). Selama menukangi timnas basket AS ia juga pernah menyumbangkan 2 medali emas FIBA World Championship (2010 dan 2014), serta 1 medali emas FIBA Americas Championship (2007).

Di usianya yang sudah menginjak 68 tahun, Krzyzewksi merasa sudah waktunya memberikan tongkat estafet ke orang lain. Pilihan pun jatuh kepada sosok yang tepat yakni Gregg Popovich. Pop sapaan akrab Popovich, sudah terbukti kualitasnya dengan membantu tim asuhannya, San Antonio Spurs, meraih 5 titel championship sejauh ini. Bagi Pop, kesempatan melatih timnas basket AS sangatlah luar biasa.

"Kita semua pasti bermimpi bisa menjadi bagian dari timnas basket untuk Olimpiade. Anda tumbuh dan sering menonton pertandingan Olimpiade di TV dan Anda selalu ingin menjadi salah satu bagiannya. Saya pun begitu," ujar Pop. "Tidak pernah terpikirkan oleh saya sebelumnya bisa terpilih untuk menjadi pelatih timnas basket AS," lanjut pria berusia 66 tahun tersebut merendah.

Selain prestasi, banyak hal yang menjadi dasar terpilihnya Pop sebagai suksesor Krzyzewski. Chairman timnas basket AS, Jerry Colangelo, mencoba memaparkan hal tersebut. "Faktor yang membuatnya (Popovich) terpilih adalah: karekternya, kepemimpinannya, jiwa pemenangnya, dan sikap rela berkorbannya. Ia dihargai oleh semua orang di dunia basket dan yang pasti warisan juaranya teramat luar biasa."

Redaksi LA Streetball juga melihat bahwa Popovich terbiasa menangani para pemain bola basket bintang. Sedari awal karir kepelatihannya di NBA, ia sukses menangani pemain-pemain besar seperti David Robinson, Tim Duncan, Tony Parker, Manu Ginobili, hingga yang sekarang Kawhi Leonard. Jadi, tentu pengalaman ini menjadi modal besar baginya untuk melatih kumpulan bintang NBA yang nantinya masuk ke dalam skuad The Dream Team. Selain itu, ia juga sanggup bekerja di bawah tekanan, di mana ia cukup berhasil mendominasi NBA yang sebelumnya dikuasai oleh tim-tim raksasa seperti LA Lakers dan Boston Celtics.

Good luck, Pop! (RAI)




Baca juga: LaMarcus Aldridge Ditegur Popovich
                Popovich Sebut Duncan Sebagai Faktor Kesuksesannya
                Berita Basket: 1000 Kemenangan Popovich

SHARE
SHARE:
758
READ
X
WEBSITE INI HANYA DIPERUNTUKKAN BAGI ANDA YANG SUDAH BERUSIA 18 TAHUN KE ATAS

Loading...