REDHO NUR AZIZ INGIN MENEBUS KESALAHAN TAHUN LALU!

BY sball

11/08/2019

LA-Streetball.com – Tahun lalu, Redho Nur Aziz harus mengubur mimpinya bersaing dengan para pemain di CTW2018 karena harus menyelesaikan studinya di kampus Universitas 17 Agustus (Untag) Jakarta. Edo nama panggillannya dalam dua tahun terakhir memang bermain sangat konsisten di ajang scouting talent. Tergabung bersama komunitas Hobi Basket Jakarta, ia bermain dengan rekan satu tim dari Untag.

 

Redho Nur Aziz saat mengikuti Pick Up Games Jakarta 2018 (Kiri) dan 2019 (Kanan)

 

Redho punya tipikal bermain sama seperti If (Fisyaiful Amir), alumni CTW2017 Manila yang sekarang bergabung di tim pro. Tipikal main keduanya sama : Sekalipun berbadan kecil, tapi gak pernah takut buat adu badan atau kontak fisik dengan pemain yang lebih besar. Belum lagi lompatan mereka berdua sama-sama tinggi. Mungkin kesamaan ini didapat karena berasal dari satu provinsi yaitu Sumatera Barat. Bedanya If dari daerah Lubuk Basung, sedangkan Redho dari Padang Panjang.

 

Fisyaiful Amir (Kiri) dan Redho Nur Aziz (Kanan)

 

Tahun ini, jika terpilih masuk lagi, misinya adalah menebus kesalahan tahun lalu. Ia berjanji tidak akan mengecewakan teman-teman serta kerabatnya di Padang. Karena menurut kita ia memiliki potensi yang sangat bagus untuk CTW2019. Apalagi tahun ini, kuota pemain professional akan dikurangi oleh tim coach. Para pemain amatir akan diberikan ruang untuk lebih bisa bersaing satu sama lainnya. Ini adalah bentuk tanggung jawab kita atas kritik dan saran para streetballer di seluruh Indonesia yang menginginkan jika pemain pro dikurangi slotnya.

 

Harapan kita tahun ini cuma satu, kita kembali menemukan bakat-bakat baru para pebasket jalanan di Indonesia dan dapat melatih mereka secara baik sebelum nantinya mereka memilih apakah akan tetap di scene basket jalanan atau pindah naik kelas ke basket professional.

SHARE
SHARE:
1044
READ
X
WEBSITE INI HANYA DIPERUNTUKKAN BAGI ANDA YANG SUDAH BERUSIA 18 TAHUN KE ATAS

Loading...