Retrieve The Victory

BY sball

19/11/2014

LA Streetball | Retrieve the Victory
Every beginning has an end. Sederetan laga seru menghiasi babak open run dari kota Jakarta, Bandung, Medan, Yogyakarta, Malang, dan Surabaya hingga akhirnya bermuara pada Grand Final LA Streetball 2014, pada bulan Oktober lalu. Penampilan para streetballer yang mewakili City Team Selection sangat menunjukkan kapasitas dan kepantasan mereka berada di laga puncak. Meskipun kita harus menerima kenyataan bahwa tim Ballaholic dari Jepang lah yang menjadi juara pertama.

Pertama dalam sejarah kompetisi LA Streetball, di mana kali ini turut diundang tim-tim streetball mancanegara, seperti Ballaholic (Jepang) dan Street China (Tiongkok). Bukan tanpa alasan, sebab kedua tim tersebut nyatanya mampu meningkatkan level kompetisi LA Streetball di laga pamungkas. Street China memberikan mimpi buruk terhadap para lawannya, karena diisi oleh sederetan pemain yang unggul dalam hal fisik. Hampir semua pemain mereka memiliki tinggi 180 cm ke atas. Body balance mereka pun jauh lebih kuat dibandingkan para streetballer lokal.

Sedangkan Ballaholic tampil dengan gaya ngotot penuh determinasi serta permainannya yang stabil. Skill streetball mereka hampir bisa dikatakan minim. Maka tak heran bila berkali-kali Lana AKA Moneyman memperdaya Keita dari Ballaholic dengan tornado backstabbernya. All Star nasional baru, Nael AKA Freedom, juga kerap kali mendapatkan point breaker setelah permalukan Kyonosuke dengan segudang trik streetball miliknya.

Namun bila berbicara tentang basic fundamental basket, tim Ballaholic sangat unggul dibandingkan para pesaingnya. Mereka tidak perlu melakukan banyak trik untuk mendapatkan poin dari point breaker. Seluruh poin yang mereka cetak, hampir semuanya didominasi dengan cara konvensional. Konsistensi dan mental mereka pun sangat terjaga. Contohnya, ketika Ballaholic berhadapan dengan City Team Selection Medan pada babak final.

Banyak keputusan wasit yang dirasa merugikan mereka. Pertandingan pun menjadi panas ketika bentrok fisik tak terhindarkan, hingga nyaris terjadi perkelahian. Ditambah saat di babak awal poin mereka tertinggal cukup jauh dari City Team Selection Medan. Namun, semua itu tak membuat tim Ballaholic terprovokasi. Mental mereka cukup teruji, hingga kemudian mereka berhasil membalikkan keadaan dan mengalahkan Rahmad AKA Invisible cs di pertandingan tersebut. Puncaknya, mereka keluar sebagai juara pertama setelah berhasil menghempaskan City Team Selection Bandung di partai pamungkas.

Lalu, apakah dengan kemenangan Ballaholic di Grand Final LA Streetball menjadi sebuah tanda kemunduran para streetballer lokal? Jawabannya, TIDAK.

Sesuai banyak prediksi banyak orang bahwa City Team Selection Jakarta dan City Team Selection Bandung mampu melesat ke babak tertinggi. Kombinasi apik antara pemain senior dengan streetballer muda potensial, serta perpaduan gaya basket konvensional dengan trik streetball, membuat kedua tim tersebut layak diunggulkan. Bicek AKA Demolition (City Team Selection Jakarta) menunjukkan kelasnya sebagai salah satu legenda streetball dengan banyak menciptakan pointbreaker. Bersama Jemmy dan Raymond AKA White Phyton, Demolition berhasil menghidupkan permainan tim.

Sedangkan kepemimpinan Yudha AKA Left Cut, trik brilian Nael AKA Freedom, beserta ketangguhan stamina Reza AKA El Bastard, mampu mempecundangi para raksasa dari Street China di babak semifinal. Kemenangan dramatis membuat mereka mampu melaju ke babak grand final melawan tim Ballaholic.

Para streetballer lokal kita telah menjalani suatu progres yang memukau. Kekurangan dari mereka mungkin hanyalah pengalaman bertanding dalam level internasional. Oleh karenanya, dengan konsep International Tournament di grand final ini, diharapkan para streetballer nasional dapat memetik pelajaran dan pengalaman berharga untuk bisa menjadi lebih baik lagi ke depannya. Karena sama seperti semua harapan pecinta streetball negeri, LA Streetball juga ingin memajukan streetball Indonesia hingga menembus level mancanegara.

So, hold your head up high! You ain't lose at all. We dare you to take the champion's title back from that Japanese. Retrieve the Victory, ballers!

 



 

SHARE
1026
READ
WEBSITE INI HANYA DIPERUNTUKKAN BAGI ANDA YANG SUDAH BERUSIA 18 TAHUN KE ATAS

Loading...