RISE ABOVE ALL

BY sball

30/09/2014

LA Streetball | Grand Final LA Streetball 2014

Partai puncak Grand Final LA Streetball 2014 akan segera berlangsung dalam hitungan minggu, tepatnya pada tanggal 18 Oktober 2014 mendatang, di Plaza Barat Senayan - Jakarta. Berkumpulnya para streetballer hebat yang tergabung dalam city team selection akan menjadi pemandangan yang amat menarik disaksikan di lapangan. Tim dari masing-masing kota akan dipertandingkan satu sama lain. Jakarta, Bandung, Medan, Jogja, Malang, atau Surabaya. Kota manakah yang akan keluar sebagai juara?  

Sulit untuk diprediksi. Satu hal yang pasti, tiap kota memiliki keunggulannya masing-masing. Diawali dengan city team selection Jakarta, yang diperkuat oleh eks All Star dua kali, Bicek AKA Demolition dan juga calon rising star, Jamar Johnson. Khusus Johnson, ia merupakan pemain berkewarganegaraan asing yang memiliki postur tinggi besar, sehingga sangat mudah baginya untuk melakukan dunk-dunk mematikan.

Sedangkan Bandung, meskipun tidak memiliki mantan pemain all star di rosternya, namun mereka memiliki Vickey AKA Poison V dan Ijal AKA Nightmare sebagai pelatih. Keduanya dikenal sebagai eks all star yang diharapkan mampu memoles sempurna city team selection Bandung dengan teknik dan pengalaman yang dimiliki.  
Beralih ke Malang, meskipun banyak dipenuhi oleh wajah-wajah baru, namun mereka memiliki dua streetballer yang sudah cukup berpengalaman seperti Sesa AKA Brother S dan Brian AKA Shifty. Lalu bergeser ke Surabaya, city team selection mereka memiliki kombinasi Ari AKA Oplonk dan Yudi AKA Lil' Tsunami, yang diyakini akan menjadi senjata utama mereka di laga grand final nanti.

Kejutan istimewa datang dari kota yang juga istimewa, Yogyakarta. Sesepuh streetball Indonesia, Richard AKA Insane, terpilih masuk ke dalam city team selection kota gudeg tersebut. Dengan pengalaman serta skill tingkat tinggi yang dimiliki, tentu kehadirannya akan mengancam tim kota lain.

Tak hanya itu, Medan juga tak kalah menakutkan, di mana mereka diperkuat oleh dua nama yang tidak asing: Sudyanto AKA Hangerman dan Rahmad AKA Invisible. Bila Sudyanto andal melakukan dunk, maka Rahmad memiliki teknik handling di atas rata-rata. Terlebih mereka sudah saling mengenal satu sama lain, ketika keduanya sama-sama terpilih sebagai all star di tahun 2012. Tentu hal tersebut akan menjadi keuntungan tersendiri bagi tim Medan.

Di partai pamungkas nanti, para streetballer nasional juga berkesempatan unjuk gigi melawan streetballer luar negeri, Ballaholic Japan dan Street China. Laga ini akan menjadi ajang pembuktian bahwa Indonesia memiliki fondasi streetball yang kokoh dan sulit dikalahkan oleh siapapun. Kita, Indonesia, memiliki sederetan talenta yang luar biasa di dunia streetball.

Kini, mengharumkan nama Indonesia di pentas dunia bukan lagi sekedar mimpi. Pasti, kita mampu mengalahkan mereka. There's no chance for them to beat us. We just can't fall, because we're gonna RISE ABOVE ALL! 

SHARE
864
READ
WEBSITE INI HANYA DIPERUNTUKKAN BAGI ANDA YANG SUDAH BERUSIA 18 TAHUN KE ATAS

Loading...