SIGNATURE SHOE NGGAK LAGI TRENDY

BY sball

14/11/2017

 

LA-Streetball.com - Signature shoe buat pemain emang udah kayak tradisi, dari Michael Jordan ke Iverson, dari Kobe sampai Lebron James. semua brand mencari pemain elite yang pantas mendapatkan desain khusus dari pdouk mereka. Model bisnis seperti ini sudah berjalan lebih dari 30 puluh tahun di NBA.

Yah tapi itu hanya tradisi, dan trendnya berubah. Basketball fans sekarang katanya udah nggak ngeliat signature shoe seperti dahulu. Membeli signature shoe jaman dulu adalah bentuk lain dari kita respect terhadap pemain yang kita puja, tidak begitu saat ini. Meski Nike masih memiliki tower di beberapa brand miliknya namun sekarang mereka hanya bisa mengandalkan Lebron 14 dan KD 9 pada musim lalu,  dengan Kyrie Irving mengikuti pelan-pelan di belakang. Begitupun Under Armour yang sempat melesat dengan The Curry 1 dan 2, toh tahun lalu salesnya juga berantakan dengan Curry 3nya.

Mengapa trend itu berubah sekarang?

Jawabannya jelas banget ada di depan mata kita. Jaman dulu sneakers yang lo kejar mungkin beberapa adalah sepatu basket dari pemain idola lo. Tapi sekang kita juga mulai tertarik sama sepatu yang nggak cuma keren dari segi desain, tapi juga casual dan cocok untuk segala jenis occation.

“They’re just not being seen as street fashion,” Matt Powell, seorang market analyst dari the NPD Group.

Kanye West dengan Yeezy, Pharrell Williams dengan line sepatunya dengan Adidas, justru membuat popularitas casual running shoes dan streetwear meningkat. Yeezy mungkin bisa meningkat dengan sifatnya yang ekslusif dan harga yang mahal, tapi kemudian hal lain memperburuk kondisi signature shoes yaitu ada trend perpindahan dari orang-orang pencinta sepatu basket Nike ke popular running shoes seperti Ultraboost dan NMD.

Sales mereka mencatat rekor double tahun lalu, diikuti dengan Jordan Brand di belakang. Jordan Brand retro emang masih di cari di pasaran. Tapi itu belum cukup untuk bisa kekuasaan sepatu-sepatu “jenis baru” yang sudah kita bahas sebelumnya.

Alasan orang berpindah selain karena alasan fungsional, ada juga yang menyentuh alasan emosional. Mereka merasa dengan memakai signature shoes mereka terlihat justru kurang eksklusif. Sekarang ini factor eksklusifitas bukan dari jumlahnya yang limited berada di pasaran. Tapi justru mereka melihat eksklusifitas ketika mereka bisa berada di stream yang sedang jalan atau trend.

Tapi tradisi brand memberikan signature shoe kepada pemain mungkin tidak harus dihentikan. Karena biar gimana itu akan membuka market baru bagi mereka. Yang harus ditajamkan adalah pemilihan pemain yang akan mereka assign. Strategi lain adalah membawa sepatu ini menjadi lebih trendy. Nggak cuma dari segi model tapi melalui bagaimana sepatu ini menawarkan culture baru juga spirit yang menarik di masyarakat. Buat sepatu ini jadi barang fashion kelas tinggi dengan memerkannya di beberapa fashion week seperti yang dilakukan Nike dengan LeBron XV.

 

 

 

 

 

 

SHARE
406
READ
WEBSITE INI HANYA DIPERUNTUKKAN BAGI ANDA YANG SUDAH BERUSIA 18 TAHUN KE ATAS

Loading...