The Last Play Off Stage on Bandung

BY Webstylers

16/09/2013



Finally, we have come to the last city of Play Off 2013,
yaitu Play Off Bandung. Peserta di babak kali ini  terdiri dari para streetballer asal Bali,  Palembang, Medan, dan kota tuan rumah, Bandung. Nah, kalau loe mendengar nama kota “Bandung”, pastinya loe tahu, bahwa salah satu streetballer paling fenomenal di dalam sejarah L.A. Lights Streetball, yaitu Rico AKA Haleluya kembali bermain di babak Play Off ini. Pengen tahu bagaimana aksi dan penampilannya kali ini? Just stay tune!

 

Untuk pertama kalinya, acara L.A. Lights Streetball kali ini diadakan di area Balai Kota Bandung. Makanya nggak heran bila sejak pukul 10 pagi, area Balai Kota Bandung sudah dipenuhi oleh para pecinta streetball dari berbagai macam penjuru. Para Judges, yang menjadi coach untuk 8 tim yang akan bermain pun sudah mulai mempersiapkan diri sejak pagi untuk memberikan sedikit pengarahan kepada timnya. Mereka adalah:

 

  • Team Nightmare
  • Team D-Rockz
  • Team Transformer
  • Team Brother-J
  • Team Poison V
  • Team MR 7
  • Team Albud
  • Team Straight Basket

 

Rico AKA Haleluya, yang bermain untuk Team Straight Basket, berkesempatan untuk membuka Play Off Bandung ini dengan game pertama mereka melawan Team Poison V. And as expected, Rico dan kawan-kawan berhasil membantai Team Poison V dengan skor kemenangan yang sangat jauh, yaitu 17-5.

 

Selain Team Straight Basket, ada juga beberapa tim lain yang juga dijagokan di Play Off Bandung ini. antara lain, team D-Rockz, team Brother-J, dan team Albud . Team D-Rockz memiliki seorang  streetballer yang berasal dari Australia (City Selection Bali), yaitu Frieder. Dengan tinggi hampir 2 meter dan memiliki speed selayaknya seorang handler, Frieder sangat sulit untuk dijaga. Nggak salah kalau akhirnya, team D-Rockz berhasil masuk ke babak semifinal dan bertemu dengan Team Straight Basket.

 

Namun, rupanya pada babak ini, keberuntungan berpihak pada Team D-Rockz. Setelah Team Straight Basket gagal untuk melakukan turnover beberapa kali, kesempatan tersebut digunakan oleh Team D-Rockz untuk mendapatkan angka. Team D-Rockz pun akhirnya mampu mengungguli Team Straight Basket dengan skor 27-21. Alhasil, langkah Rico AKA Haleluya dan timnya terpaksa terhenti sampai di babak ini.

 

Sedangkan, di dalam Team Albud terdapat dua jagoan streetball asal Kota Bandung dan pulau Bali, yaitu Raymond AKA White Python dan Ngurah Teguh yang merupakan pemain basket profesional Indonesia. Jadi, sudah bisa dipastikan, tim ini tidak dapat dianggap remeh pada babak semifinal. Pasalnya, di awal pertandingan saja, Team Albud  cukup mudah mengalahkan Team Brother-J. Mereka terlihat bermain dengan begitu tenang dan confident. Memang, pengalaman melatih yang dimiliki coach Albud sangat bermanfaat untuk digunakan di dalam konsep baru ini. In the end, Team Albud berhasil lolos ke babak final untuk bertemu dengan Team D-Rockz.

 

Again, the final round di babak Play Off memperlihatkan permainan yang seru dan menegangkan. Baik Team D-Rockz maupun Team Albud sama-sama bermain cepat dan penuh serangan. Apalagi, di akhir babak pertama, skor pertandingan tampak cukup ketat, yaitu hanya berbeda 1 angka.

 

Melihat hasil skor tersebut, menjelang akhir babak kedua, Team Albud mulai terlihat lebih tenang dalam melakukan serangan. Bahkan, mereka sempat melakukan beberapa tembakan dari jarak jauh yang membuatnya semakin unggul dari Team D-Rockz.  Pertandingan pun akhirnya usai dengan kemenangan Team Albud melalui  skor, yaitu 23-12.

 

Congratz Team Albud!

 

SHARE
506
READ
WEBSITE INI HANYA DIPERUNTUKKAN BAGI ANDA YANG SUDAH BERUSIA 18 TAHUN KE ATAS

Loading...