"WE GOT RULES! GET YOURS."

BY sball

07/03/2016



LA-Streetball.com - Seiring perkembangan zaman dan ditambah dengan influence westernisasi, basket menjadi olahraga beregu yang semakin populer di Indonesia. Basket identik dengan pemain yang cool, stylish dan punya skill bermain basket yang ciamik. Kalau benar-benar ingin terjun melebarkan sayap di dunia basket, loe wajib tau beberapa hal mendasar tentang dunia basket dan semua hal yang berkaitan dengan apa yang ada dalam pertandingannya.

Sebagai pemain basket, loe pasti bakal sering melakukan exercise dan ikut bertanding buat upgrade skill dan performa. Namanya juga pertandingan, pasti ada rules-nya, kan, Bro? Nah, buat loe yang belum tau secara konket, basket punya tiga peraturan dasar yang wajib dipatuhi oleh semua tim juga pemainnya.

Pertama, fouls. Peraturan ini berkaitan dengan pelanggaran yang terjadi dalam pertandingan. Biasanya, pelanggaran berupa kontak fisik lawan, seperti hitting, pushing, slapping dan holding. Selain itu, ada pelanggaran illegal pick/screen, ketika offensive player membuat kontak fisik dengan defense player untuk memblokir. Dalam fouls juga ada peraturan penalti. Jadi, kalau pemain shooting bola, lalu fouled, maka dia akan dapat dua lemparan bebas (if his shot doesn't go in) dan satu lemparan bebas (if his shot goes in). Charging, blocking, flagrant, intentional dan technical juga masuk dalam bentuk fouls.

Kedua, violations. Nggak beda jauh dari fouls, violations punya tujuh macam pelanggaran. Walking/traveling, carrying/palming, double dribble, held ball, goaltending, backcourt dan time restrictions adalah pelanggaran yang harus loe hindari sebisa mungkin. Kebanyakan pemain basket sering melakukan pelanggaran walking, carrying dan double dribble. Oh, loe juga harus hati-hati sama pelanggaran backcourt. Terkadang pemain sering nggak sadar bawa bola sampai mid-court line dan bawa balik melewati line itu selama possession. Jadi, loe harus bisa fokus dan kontrol permainan loe sendiri, bro!

Terakhir, positions. Setiap pemain menempati posisinya masing-masing. Center paling cocok buat loe yang punya bodi tinggi. Center bakal jaga posisi dekat ring. Untuk forward, loe lebih punya responsible buat jadi pemain depan sekaligus center yang jaga area sayap dan dekat ring. Sementara itu, pemain guard lebih berpotensi ditempati oleh pemain berbodi pendek yang jago banget fast dribbling, pantau situasi lapangan dan passing. Seems like, Steph Curry has it all, right? Semua posisi ini dibagi jadi dua tanggung jawab dasar, yaitu offensive dan defensive.

Menilik perkembangan basket di Indonesia, semakin banyak orang yang dikenal oleh dunia Streetball. Sebagai pebasket, loe harus tau perbedaan Streetball Indonesia dengan yang ada di luar negeri lainnya. Seperti Amerika yang luar biasa lihainya dalam menguasai gerakan dan trik dalam pertandingan. Streetballers Amerika cenderung memprioritaskan kemampuannya dalam menciptakan gerakan-gerakan amazing. Lain halnya dengan yang terjadi di dunia Streetball Asia, seperti China, Philippine dan Japan. Para Streetballers lebih mengandalkan taktik dan skill basic basket yang mereka punya. Mereka lebih antusias dan bangga jika berhasil mencetak poin dengan kemampuan basket yang sebenarnya. Well, it means no trick and sham, bro!

Loe 
juga bisa lihat skill keren dari Streetballers yang sudah mendunia, seperti Kareem "Sky Hook" Abdul-Jabbar, Kenny Anderson, Kobe "Black Mamba" Bryant,  Jack "Black Jack" Ryan dan masih banyak lagi. Streetballers dunia yang lagi tinggi pamornya adalah Allen "The Answer" Iverson dan Grayson "The Professor" Boucher. Mereka ini sukses meningkatkan interest orang akan Streetball, bro!

Just for your info, Sejak tahun 2015 lalu, LA-Streetball mulai mengangkat culture Old School lagi. Dulunya, LA-Streetball mengarah pada culture New School, dimana saat melakukan trik permainan bola basket dalam pertandingan, loe bisa dapat poin. Trik yang dimaksud adalah cara menipu lawan dengan gerakan andalan loe, bro. Nah, dari 2014 hinggal 2015 kemarin, LA-Streetball mulai mencoba menguatkan culture Old School yang sempat menipis beberapa tahun terakhir. Sebaliknya, pada culture ini nggak ada istilah tricky ballin'. Semuanya terfokus pada poin yang dicetak dengan cara 'lazim'.

Intinya, culture Old School membawa pertandingan jadi lebih serius. THAT'S WHY, saat LA-Streetball mengundang China bertanding pada 2015, mereka memenangkan pertandingan. Jelas, basic permainannya jauh lebih kuat dan skillful, meskipun ada beberapa gerakan unik dari cara mereka bermain. Permainan tim kita lebih bervariasi, menarik dan menghibur, tetapi hal itu tidak bertahan lama karena perlahan-lahan semua pemain terfokus untuk mencetak point dan memenangkan pertandingan. Itulah sebabnya ballers perlu menguatkan basic basket loe agar bisa bertarung di level Asia yang berkiblat pada Streetball dengan culture Old School.

Lalu, akankah LA-Streetball meninggalkan culture New School sepenuhnya, bro? Tentu saja nggak, ballers. As you know, tricks adalah senjata utama yang selalu dibanggakan saat bermain basket. Tapi, jangan lupa, loe juga butuh teknik dasar yang wajib dikembangkan. Loe nggak mau jadi pemain pertama yang terengah-engah kehabisan napas di lapangan, kan? Malu, dong, kalau shooting ke ring aja meleset? Well, think twice, ballers!

So,what do you think about New School and Old School cultures, ballers? Make sure you got it and let’s conquer da court, ballers!



Photo: Redaksi LA-Streetball


(IP)







Baca juga:
Ini Dia Keseruan Seleksi Challenge the World 2015
TREAD LIKE A BALLER, MOVE LIKE A DANCER

SHARE
584
READ
WEBSITE INI HANYA DIPERUNTUKKAN BAGI ANDA YANG SUDAH BERUSIA 18 TAHUN KE ATAS

Loading...