WINNER'S MENTALITY

BY sball

30/03/2015

LA Streetball | Cover Story WINNER'S MENTALITY
LA-Streetball.com - Basketball is all about control. Ketika seseorang memiliki mental kuat, maka ia akan mampu mengendalikan diri sendiri yang secara tidak langsung dapat menularkan efek positif ke rekan tim yang lain. Mental kuat diperlukan untuk menjaga kekuatan fisik, emosional, maupun teknik basket yang dimiliki. Bila mental tangguh seorang pemain bola basket sudah terjaga, maka ia akan dapat dengan mudahnya mendominasi laga itu sendiri.

Ketahanan fisik mutlak diperlukan sebab pebasket perlu mengerahkan tenaganya selama 4 kuarter dalam kurun waktu 40 menit. Jika memiliki mental yang buruk, maka seorang pebasket cenderung lebih memilih untuk show off sehingga akan memforsir tenaganya secara sia-sia. Tentu ini akan merugikan tim secara keseluruhan.  Belum lagi secara emosional, di mana tensi pertandingan bisa saja memanas bila sudah muncul intrik-intrik di tengah laga.

Provokasi demi provokasi kerap dilancarkan lawan untuk memecah konsentrasi atau fokus kita. Tidak jarang pemain lawan melakukan aksi "nakal" yang luput dari perhatian wasit. Contohnya, sikutan kecil atau trash talking berupa makian dan hinaan. Kedua aksi "kotor" tersebut lumrah dilakukan dan tidak bisa dikatakan sebagai sebuah pelanggaran. Terkecuali, sikutan yang dilakukan begitu keras dan jelas tampak oleh penglihatan sang pengadil lapangan, tentu itu lain cerita. But after all, that's part of the game anyway.

Tentu masih segar dalam ingatan kita ketika LeBron diprovokasi oleh "tiupan maut" ala Lance Stephenson, atau juga ketika LeBron diteriaki, "Stop flopping!" oleh forward Orlando Magic. Hal itu wajar, sebab pemain dengan teknik hebat seperti LeBron tentu menjadi sasaran empuk lawan untuk dibuyarkan konsentrasinya, sehingga nanti turunnya performa sang pemain andalan dapat berakibat buruk terhadap timnya secara tidak langsung.

Namun, pemain bola basket sekaliber LeBron James, punya cara jitu dalam menanggapi serangkaian trash talk yang ia terima di atas lapangan. "I was actually in chill mode tonight but chill mode was deactivated after that (game)." Pada intinya, mental kuat LeBron yang membuatnya mampu mengendalikan diri dan emosinya, agar tetap tenang dan tidak terpancing oleh provokasi lawan, apapun jenisnya.

Selain itu, tiap pemain basket juga harus mampu menguasai keadaan dan beradaptasi dengan atmosfer yang tercipta di atas lapangan, tak hanya pengaruh dari lawan tapi juga dari penonton di sekitar. Jangan sampai kehadiran mereka malah melemahkan konsentrasi kita.

Tekanan. Di setiap pertandingan olahraga, apapun itu, pasti ada yang namanya tekanan. Sebagai contoh, hal semacam ini pernah terjadi pada tim sepakbola Liverpool saat bertanding di laga final Liga Champions 2005 melawan AC Milan. Di babak pertama, Liverpool sudah tertinggal 3-0 dari Milan. Banyak yang menilai, laga tersebut sudah selesai dengan kemenangan Milan. Tapi kisah akhirnya berkata lain. Mental dan determinasi tinggi Liverpool membuat mereka mampu membalikkan keadaan, dan menjadi juara Liga Champions kala itu.

Contoh lain berada di dekat kita, yakni di event Grand Final LA Streetball 2014 lalu, di mana tim Ballaholic Jepang mulanya tertatih ketika melawan tim City selection Medan yang diperkuat oleh pemain-pemain all star seperti Lana AKA Moneyman, Rahmad AKA Invisible, dan Sudyanto AKA Hangerman. Bahkan di babak pertama, Ballaholic sempat tertinggal jauh di atas 10 poin dari tim City Selection Medan. Terlebih Ballaholic Jepang bermain di hadapan pendukung tim tuan rumah, yakni Indonesia. Umumnya, kondisi ini dapat membuat mental sebuah tim jatuh.

Akan tetapi kenyataannya tidak sama seperti yang diperkirakan. Tim Ballaholic Jepang tidak ciut nyali dan tetap berusaha konsisten menekan tim City Selection Medan. Alhasil, tim Ballaholic Jepang mampu mengalahkan Lana cs dan ujung ceritanya bisa ditebak, mereka menjadi juara kompetisi LA Streetball setelah menghempaskan tim City Selection Jakarta di babak final. Mereka menjadi juara di negeri orang!

Mental dan pengendalian diri yang mumpuni mutlak dimiliki oleh para pebasket, baik dari segi individu maupun tim. Mental kuat diperlukan saat kita tengah mengungguli lawan agar tetap fokus pada permainan dan tidak lengah terhadap segala kemungkinan terburuk. Di samping itu, mental kuat juga diperlukan ketika kita tengah berada dalam kondisi kalah, agar tetap bisa berkonsentrasi penuh untuk membalikkan keadaan dan menjadi pemenang. Let's develop a WINNER'S MENTALITY, ballers!

(RAI)

Baca juga: Get Back to the Fundamental




SHARE
893
READ
WEBSITE INI HANYA DIPERUNTUKKAN BAGI ANDA YANG SUDAH BERUSIA 18 TAHUN KE ATAS

Loading...